TP.FKIP.UNIVETBANTARA.AC.ID ~ Sukoharjo, 17 April 2026 — Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Veteran Bangun Nusantara turut berpartisipasi secara daring dalam kegiatan International Visiting Lecturer Collaboration yang mengangkat tema “AI-Based Edutechnopreneurship in Future Education”. Kegiatan ini diselenggarakan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Sekolah Pascasarjana secara hybrid pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Gedung Multimedia.
Kegiatan ini menjadi ruang akademik internasional yang menghadirkan perspektif strategis mengenai integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi pendidikan (EdTech) dalam sistem pendidikan modern. Mahasiswa mengikuti sesi dengan antusias, memperoleh wawasan yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Salah satu sorotan utama dalam sesi ini adalah pemaparan mengenai integrasi AI dalam pendidikan oleh Dr. Nor Maizatul Akmal binti Muhammad Zubir dari Universiti Islam Melaka, Malaysia. Ia menjelaskan bahwa AI berperan sebagai solusi inovatif dalam manajemen pendidikan, khususnya dalam mengotomatisasi tugas administratif, mempersonalisasi pengalaman belajar mahasiswa, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi institusi pendidikan di era digital.
Selain itu, para pemateri juga menekankan pentingnya strategi transformasi digital yang terencana dan berkelanjutan. Transformasi ini membutuhkan visi institusi yang jelas, implementasi bertahap, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan profesional. Infrastruktur utama yang mendukung proses ini meliputi platform pembelajaran digital seperti Learning Management System (LMS), sistem manajemen universitas yang terintegrasi, serta pemanfaatan analitik pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Pada sesi berikutnya, Dr. Venny Karolina, M.A TESOL dari Universitas Tanjungpura Pontianak membagikan pengalaman dan strategi dalam memperoleh hibah penelitian internasional, khususnya melalui program Hornby Trust. Ia menekankan bahwa keberhasilan proposal sangat bergantung pada kemampuan peneliti dalam mengidentifikasi kebutuhan nyata di lapangan. Salah satu contoh yang diangkat adalah pengembangan kamus Braille berbasis audio dengan dukungan teknologi AI untuk membantu siswa tunanetra, yang menunjukkan bagaimana inovasi teknologi dapat memberikan dampak sosial yang signifikan.
Lebih lanjut, Dr. Venny juga memberikan tips dalam penulisan proposal penelitian. Ia menyarankan agar teknologi AI dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk brainstorming ide, bukan sebagai pengganti peran utama peneliti dalam menulis. Proses penulisan tetap memerlukan keterlibatan manusia secara aktif, khususnya dalam melakukan analisis kritis dan menyusun narasi yang sistematis, logis, serta koheren agar proposal memiliki daya saing tinggi.

Partisipasi mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Veteran Bangun Nusantara dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kompetensi di bidang teknologi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di era pendidikan berbasis kecerdasan buatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan inovasi pembelajaran yang kreatif dan berorientasi pada solusi, serta berkontribusi aktif dalam transformasi pendidikan di masa depan.