Program Studi Teknologi Pendidikan bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berskala internasional melalui International Guest Lecturer pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Weaving the Future: World’s Best-Practice Educators & EdTech for the SDGs” sebagai bentuk respon terhadap dinamika global di bidang pendidikan serta pentingnya integrasi teknologi dalam mendukung pembelajaran abad ke-21. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring di ruang seminar universitas dan didukung secara daring melalui Zoom Meeting serta YouTube, sehingga memungkinkan partisipasi narasumber internasional dan audiens yang lebih luas. Kegiatan ini dihadiri dosen dan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kaprodi Teknologi Pendidikan, Ibu Syifa Fauziyah, M.Pd dan 10 Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan turut hadir dalam kegiatan ini. Mahasiswa yang hadir antara lain Fatimah Azzahra, Rangga Wisnu Aji Pratama, Alfin Ulfadiana, Rohmat Sholeh, Nurmala Safira Wasalwa, Novita Fitri Handayani, Fasya Aliya, Bulan Beauty Angelina, Narendra Pandu Rimba Atmaja, Juanda, dan Syaiful Qomar Cahyanto, yang secara aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari penguatan wawasan global di bidang pendidikan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Program Studi Teknologi Pendidikan dalam memperkuat kapasitas akademik serta memperluas jejaring global, sejalan dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi dari INTI International University menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara belajar menjadi lebih efektif dan adaptif. Ia menekankan bahwa AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran manusia dalam proses belajar yang bermakna. Pemaparan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya keseimbangan antara teknologi dan pengalaman belajar langsung (experiential learning).

Selanjutnya, Celestine Havyarimana dari University of Burundi menyampaikan materi yang menyoroti hubungan erat antara pendidikan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Dalam perspektif lingkungan, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT), pembelajaran daring, serta kecerdasan buatan dapat meningkatkan kesadaran ekologis serta mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Integrasi konten lingkungan dalam kurikulum dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan.
Selain itu, Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo dari Chiba University turut memberikan kontribusi melalui sesi daring. Dalam pemaparannya, beliau membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas dalam bidang teknologi pendidikan, khususnya dalam mengembangkan praktik pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan secara global.

Kegiatan ini juga berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi antara narasumber dan peserta yang terdiri dari dosen serta mahasiswa. Interaksi ini menciptakan ruang pertukaran gagasan yang konstruktif sekaligus memperkaya perspektif peserta terhadap isu-isu pendidikan global. Selain rangkaian pemaparan materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Teknologi Pendidikan dengan Institusi Pendidikan Tinggi dari Malaysia dan Burundi sebagai bentuk penguatan kerja sama Internasional yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan teknologi pembelajaran.

Melalui penyelenggaraan International Guest Lecturer ini, Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung kontribusi dunia pendidikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.